Doddy Samsura: Review Mesin Kopi Indonesia, Flow Rate Coffee dan Slow Espresso, Slowpresso

Share it with your friends Like

Setelah bertemu Franky Angkawijaya di video Asterion: Mesin Espresso Buatan Indonesia, kesan pertama kami adalah mesin ini too good to be true! Oleh sebab itu, kami sengaja meminta Doddy Samsura, Indonesia Barista Champion 2011 & 2013, untuk melakukan review mesin kopi Indonesia ini, sekaligus membahas tema yang sedang hangat di kalangan industri kopi: flow rate coffee, sekaligus mencoba fitur slow espresso khas Asterion: slowpresso. Apakah Asterion layak masuk ke dalam jajaran mesin kopi terbaik?

Perasaan “too good to be true” dan kesan bahwa slowpresso, metode soft infuse selama 5 menit ini “menyalahi aturan kopi” ternyata tidak dirasakan oleh kami saja. Terbukti, beberapa komen di video kami sebelumnya mengungkapkan hal serupa, ini membuat kami mulai meragukan Asterion, dan bahkan, indra perasa kami sendiri. Maklumlah, sebagai pembuat mesin, tentu saja Franky hanya akan mengungkap sisi positif Asterion.

Oleh sebab itu kami butuh bantuan orang lain, seorang barista profesional yang mengerti soal mesin kopi dan berpengalaman menggunakan beberapa mesin kopi terbaik dunia. Doddy Samsura, memenuhi 2 kriteria tersebut, bahkan lebih. Ia pernah menjuarai Indonesia Barista Championship 2011 & 2013, menjadi Head Barista di One Fifteenth Coffee, roaster kopi di Morph Coffee, Product Development Manager yang menangani mesin Dalla Corte, menjadi pengajar di The Indonesian Barista School of Coffee. Mungkin, yang belum dijalaninya hanya menjadi petani kopi saja.

Dengan rekam jejak selengkap itu, kami yakin ia cukup kredibel untuk melakukan review Asterion espresso machine. Dengarkan saja analisa dan penjelasannya mengenai flow rate coffee dan reaksinya ketika mencicipi slowpresso, kelebihan dan kekurangan mesin ini. Melalui fitur flow rate dan slowpresso, mungkinkah Asterion membuka peluang untuk menjelajahi rasa kopi specialty secara lebih luas lagi? Secara realistis, Doddy menjawab, “butuh usaha extra”.

Kali ini, mesin yang kami review adalah versi original Asterion yang terdiri dari 2 group head semi auto dan 2 group head piston manual. Berbeda dengan Arthropoda by Asterion yang memiliki 8 group head, fitur Asterion tentu akan lebih akrab dengan kebanyakan barista profesional di Indonesia.

Yang jelas, kita boleh bangga, melalui Asterion, Indonesia memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan kopi specialty, tidak hanya di dalam negeri, namun mungkin juga, dunia.

Comments

Write a comment

*